Apa yang terjadi jika kita hidup di dunia yang tak bisa dipercaya—dan ternyata kita juga bagian dari kebohongan itu? Setiap dari kita pernah melakukannya: menutupi kebenaran, menyusun kata agar tak terlalu menyakitkan, atau berdalih demi alasan “kebaikan”. Tapi apakah semua kebohongan itu sama? Dan sampai di mana batas moralnya? Dalam Filsafat Kebohongan, filsuf Norwegia Lars Svends…
“Marxisme”, karena dilebih-lebihkan, telah menjadi momok yang menakutkan sebagai sarana pembebasan umat manusia dari ketidakadilan maupun sebagai sumber segala subversi. Dalam buku ini, Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ menjelaskan pokok-pokok pemikiran Marx secara objektif dan kritis. Setelah mengemukakan bentuk-bentuk sosialisme “utopis” yang mendahului Marx, ia kemudian menelusuri pe…
Bagaimana jika dalam kehidupan yang nyaris tanpa persoalan besar, tiba-tiba kau mendapat kejutan memilukan? Bagaimana jika tubuhmu ternyata tidak dikehendaki oleh jiwamu? Apa yang kehidupan ini inginkan darimu? Apakah kelahiranmu adalah kecelakaan takdir? Kau merasa semua hal di dunia ini melawanmu. Bahkan Tuhan seolah tidak berpihak padamu. Kau bingung. Ingin berontak. Itulah yang dialami p…
Inilah buku ketiga dan terakhir dari buku-buku Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ yang memperkenalkan pemikiran Karl Marx dan pengaruhnya yang sedemikian dahsyat. Dalam Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme (1991), Prof. Magnis menjelaskan pokok-pokok pikiran Marx dan perkembangan Marxisme sampai sebelum Lenin. Sementara dalam buku kedua, Dalam Bayang-Bayang…
Apakah IQ adalah takdir? Ternyata tidak sebagaimana yang lumrah kita pikirkan. Gardner memperlihatkan mengapa orang yang ber-IQ tinggi mengalami kegagalan dan orang yang ber-IQ sedang menjadi sangat sukses. Penyebabnya adalah “kecerdasan emosional”, yang mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati, serta kecakapan sosial. Kece…
Pembahasan dalam buku ini dikemas dalam lima bagian, termasuk juga tambahan bagian worksheet dan rekomendasi buku. Untuk memulai perjalanan yang terjal, kamu perlu belajar memaafkan diri dulu supaya siap menghadapi rintangan ke depannya. Bagian 1: Memaafkan Diri Sendiri akan menjelaskan hal-hal apa saja yang perlu kamu bereskan dulu. Setelah berhasil memaafkan diri, mungkin kamu akan meng…
Pesatnya perkembangan teknologi membuat semua orang bergantung padanya, terutama pada smartphone. Akibatnya, kita mulai malas untuk mengingat, karena semua hal dalam keseharian kita bisa dilakukan oleh smartphone. Sayangnya, jika otak kita tidak dilatih untuk mengingat, akan banyak dampak buruk yang akan terjadi di masa depan, salah satunya adalah demensia. Sekarang pun demensia tidak hanya dia…
Minimalisme digital memungkinkan orang bercakap-cakap lama tanpa melirik ponsel; tenggelam dalam buku yang bagus, kerajinan tangan, atau lari pagi yang santai; serta menikmati waktu bersama teman dan kerabat tanpa merasakan ketergesaan untuk mengecek surel. Minimalisme digital memungkinkan orang tetap mengikuti perkembangan berita tanpa merasa kewalahan dengan banyaknya informasi yang tersed…