“Dikit-dikit personal branding.” “Dikit-dikit harus public speaking.” Padahal, untuk memutuskan menjadi seorang public speaker diiringi personal branding yang matang, tidaklah mudah. Terlalu banyak keraguan dan ketakutan hingga membuat kita tak pernah berani untuk mencoba. Personal branding bukan untuk menjadikan kita sempurna dan bukan berarti kita punya segalanya. Personal br…
Pernah merasa gugup saat ingin mengajak bicara seseorang? Atau punya ide brilian, tapi bingung bagaimana menyampaikannya agar orang lain tertarik? Tenang, buku ini hadir sebagai teman ngobrol yang asyik dan penuh insight. Bayangkan, Anda bisa membuka percakapan dengan siapa saja, membuat mereka penasaran, dan yang lebih keren, mereka jadi ngeh dan mau mengikuti apa yang Anda inginkan. Bukan …
Apa kesamaan Albert Einstein, Elon Musk, Sherlock Holmes, dan Mahatma Gandhi? Mereka semua adalah para ahli dalam seni memecahkan masalah—keterampilan yang sangat dibutuhkan, namun juga dapat Anda pelajari! Dan di dalam buku ini, Anda akan menemukan cara mengasah kemampuan tersebut. Alat yang menuntun Anda meraih kesuksesan dalam pekerjaan dan juga kehidupan! Gunakan buku ini untuk membang…
Ada dua pertanyaan pokok yang akan kita hadapi selama kita membaca serangkaian pemikiran filsuf-filsuf besar tentang manusia ini. Pertama, apakah hidup kita saat ini masih bermakna? Dan, kedua, jika masih bermakna, makna yang bagaimana? Dua pertanyaan itu timbul dari kegelisahan eksistensial masa kini ketika kita dikejar-kejar oleh bayang-bayang hari esok. Pertanyaan itulah yang kemudian menjad…
Sangat berbeda dari agama, filsafat tidak berkhotbah menjanjikan surga atau mengancam dengan neraka. Misteri di balik tembok maut tidak bisa diterobos pengetahuannya, maka ia tidak berlagak tahu tentang isinya. Filsafat mengajar kita untuk menghadapi kematian apa adanya, dan hal itu mungkin dengan hidup yang baik sekarang ini dan di dunia ini. Empat renungan filosofis dalam buku ini tidak seka…
Generasi Zombie mengangkat realitas banyak orang yang kehidupannya bagaikan “zombie modern”. Hidup, tetapi mati, tanpa arah dan jiwa, serta hanya terjebak dalam rutinitas harian. Bekerja dari pukul 09.00 hingga 17.00, hanya demi gaji bulanan yang mungkin masih belum cukup untuk biaya hidup, kemudian perlahan membuat kita melupakan mimpi-mimpi masa kecil yang pernah kita miliki. Mimpi itu mu…
Sering kali disebutkan bahwa perempuan lebih banyak menggunakan perasaannya, sedangkan laki-laki lebih banyak menggunakan logikanya. Dan karena itu juga perempuan kerap terjebak dengan perasaannya sendiri. Perempuan kerap menjadi pihak yang dirugikan dalam sebuah hubungan karena terlalu menuruti perasaannya. Padahal, perempuan bisa lebih bahagia ketika menggunakan perasaan dan logikanya bersama…