Hidup yang bermakna bukan berarti hidup tanpa luka, tetapi tentang bagaimana kita bangkit, berubah, dan kembali pulang ke diri sendiri. Di buku keduanya, Anna Silvia mengajakmu menyelami 80 kisah yang lahir dari luka, kejatuhan, dan momen-momen hening yang perlahan membentuknya menjadi versi terbaik dari dirinya. Buku ini bukan sekadar kumpulan refleksi; ini adalah perjalanan jiwa, sebuah pe…
Mengapa orang gagal membuat keputusan rasional? Karena, mereka tak pernah benar-benar menggunakannya. The Power of Instinct menawarkan pendekatan revolusioner dalam memahami cara kita membuat keputusan—baik sebagai individu, konsumen, maupun pemimpin. Buku ini membuka mata kita pada satu kenyataan penting: manusia tidak membuat keputusan secara rasional, melainkan berdasarkan insting, naluri.…
Sigmund Freud adalah nama besar yang telah meninggalkan jejak-jejak pemikirannya pada kultur modern kita. Majalah Time tiga kali meliput dokter dari Austria itu sebagai cover story pada 1924, 1939 (tahun kematiannya), dan 1993. Bahkan, menjelang pergantian abad, majalah tersebut menobatkannya sebagai satu dari seratus tokoh yang paling berpengaruh sepanjang abad ke-20. Pengaruh itu terus berlan…
Pernahkah kamu merasa kesulitan dalam memahami teman, pasangan atau bahkan dirimu sendiri? Masalah ini sering kali menghalangi kita untuk membangun koneksi yang bermakna dengan orang-orang yang kita sayangi, termasuk diri kita sendiri. Inilah mengapa pemahaman mengenai kepribadian manusia menjadi sangat penting. Tidak hanya sekadar “tes MBTI” semata, tapi mengubahnya menjadi sebuah pintu ya…
Apa yang menghambat orang hebat untuk naik ke level berikutnya? Pertanyaan ini menarik. Karena banyak orang hebat yang gagal menembus level berikutnya dan stuck di level mereka saat ini. Jawabannya sedikit kontra intuitif. Penyebab mereka gagal adalah kesuksesannya. Ya, kesuksesan dapat menghambat orang hebat untuk naik ke level berikutnya. Begini penjelasannya. Saat seseorang berjuang merai…
Viktor Frankl pernah berada di empat kamp kematian Nazi yang berbeda, termasuk Auschwitz, antara tahun 1942 dan 1945. Dia bertahan hidup, sementara orangtuanya, saudara laki-laki, dan istrinya yang tengah hamil akhirnya tewas dalam kamp. Di dalam keganasan dan kekejaman kamp, Frankl yang juga seorang psikiater belajar menemukan makna hidup. Menurutnya, kita tidak dapat menghindari penderitaa…