Text
Manurung
Berlin, 1970
Di bawah bayang-bayang Perang Dingin dan Tembok yang membelah Ibukota Jerman, Karel Manurung hidup dan bekerja. Arsitek kelahiran Semarang dan lulusan Weimar ini seorang asisten riset di Baueakademie, lembaga yang. merancang pembangunan kembali Jerman Timur yang hancur oleh Perang Dunia II.
Ia juga diam-diam jadi informan Stasi, dinas rahasia Jerman Timur, dan yakin bahwa sosialisme Jerman akan menyelamatkan masa depan. Sementara itu Yosef, adiknya--seorang mahasiswa teknik di Brno, Czecho (slowakia)--terlibat dalam aksi menentang pemerintah komunis di Praha.
Yosef jadi buron dan hilang.
Novel Goenawan Mohamad ini berbentuk "mozaik", antara lain tersusun dari potongan-potongan cerita yang ditulis Supiyati Manurung, istri seorang tahanan politik, dari pelbagai tempat di sekitar Semarang, Jawa Tengah.
Ia membentuk sebuah alegori tentang Perang Dingin, perang yang--seperti dikatakan seorang tokohnya--"menguasai hidup kita sampai ke tulang punggung". Perang yang mengguncang Indonesia dalam beberapa ledakan kekerasan.
Tidak tersedia versi lain