Text
1965 Pada Masa Kini
Soeharto tumbang pada 1998, tetapi warisan narasi Orde Baru tentang G30S dan kekerasan massal setelahnya tetap membayangi ingatan kolektif Indonesia hingga kini. Pembantaian terhadap sekitar setengah juta warga Indonesia sengaja dilupakan—dinormalisasi, dipinggirkan, atau bahkan dipertanyakan.
Sebagian masyarakat menuntut negara mengungkap kebenaran tragedi 1965, mengakui perannya dalam kekerasan tersebut, dan memulihkan hak-hak para korban. Sementara itu, sebagian lainnya dengan keras menolak langkah-langkah ini dan menilainya sebagai tanda kebangkitan kembali PKI. Enam puluh tahun berlalu, peristiwa 1965 tetap menjadi arena pergulatan sosial-politik, hukum, dan budaya di Indonesia.
Buku ini merupakan terjemahan edisi khusus Journal of Genocide Research. Melalui sembilan artikel, para penulis menelusuri bagaimana kekerasan 1965 terjadi, bagaimana masyarakat memaknainya, serta apa relevansinya bagi Indonesia dan dunia saat ini.
Tidak tersedia versi lain