Viktor Frankl pernah berada di empat kamp kematian Nazi yang berbeda, termasuk Auschwitz, antara tahun 1942 dan 1945. Dia bertahan hidup, sementara orangtuanya, saudara laki-laki, dan istrinya yang tengah hamil akhirnya tewas dalam kamp. Di dalam keganasan dan kekejaman kamp, Frankl yang juga seorang psikiater belajar menemukan makna hidup. Menurutnya, kita tidak dapat menghindari penderitaa…
Akhirnya, inilah buku yang bisa membantu kamu melakukan sesuatu yang mustahil; mendorong seseorang berubah, menjadi lebih baik. Jangan biarkan orang gila membuatmu gila juga. Jangan biarkan orang yang menjengkelkan, menyebalkan dan picik memengaruhimu. Entah itu pasangan, anak, teman, klien, pasien, atau rekan kerjamu, kamu memiliki kekuatan untuk menjadikannya lebih baik. Sebelum kamu pu…
Khawatir, cemas, depresi, perfeksionisme, mengkritik diri sendiri… “Kenapa aku mengulangi kebiasaan psikologis yang buruk?” “Kenapa aku banyak pikiran?” “Kenapa aku terpengaruh oleh emosi yang tidak nyaman?” “Kenapa aku mengulangi perbuatan yang kusesali?” Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin bisa kamu jawab setelah membaca perlahan buku Seni Mengelola Emosi karya In Hyun-Jin.…
Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang hidupnya tenang-tenang saja. Sebab memang pada hakikatnya, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari hambatan, tantangan, dan masalah. Maka, penting bagi kita untuk menjadi pribadi yang tangguh, bagai bola yang selalu bisa memantul kembali ke atas tiap kali dijatuhkan. Mulai dari pemahaman mengenai stres, hingga makna tujuan hidup, buku ini akan …