Jepit rambut warna-warni, bando merah muda, dan atribut lengkap. Tampilannya selalu seperti gadis yang aku lihat di sampul majalah. Semester pertama, aku belum berani mengajaknya berteman, aku hanya berani mengamatinya. Dia adalah gadis yang pintar, semua orang tidak akan terkejut saat melihat namanya berada di barisan pertama di hasil ujian. Aku sangat mengaguminya, bagaimana ia selalu berani …
Ketika menyambut pasien yang sedang berduka, seorang psikiater akan menggali keilmuan yang dimiliki. Dia akan mengulik semua teori duka yang pernah dipelajari di masa kuliah dulu dan mengingat pengalaman dari pasien-pasien sebelumnya. Kemudian, dia menyintesis itu untuk membantu si pasien yang sedang berduka di hadapannya. Tapi, ketika Andreas—seorang psikiater—kehilangan anaknya, dia melak…
Desember bagi Amai adalah waktu untuk menonton pertunjukan teater Bhanu-lelaki yang ditemuinya tiga bulan lalu, tapi rasanya sudah ia kenal sejak lama. Desember bagi Asyera adalah perenungan tentang perjalanan enam tahun bersama kekasihnya, Alga. Haruskah ia bertahan hanya karena sudah terlalu lama bersama? Desember bagi Djoeli adalah pertemuan-pertemuan dengan Khadafi dalam ruangan rapat…
Jakarta kerap menjadi pelabuhan bagi mereka yang datang membawa sekoper harapan. Mereka yang siap bertaruh dengan nasibnya sendiri-sendiri. Namun, kota ini selalu mampu melumat habis harapan dan menukarnya dengan keputusasaan. Pemulung, pengamen, pramuria yang menjajakan tubuh agar anaknya bisa makan, pemimpin-pemimpin kecil yang culas, lelaki tua di balik kostum badut ayam, pencuri motor yang …
Sepasang sahabat sejak umur 3 tahun yang memiliki kemampuan otak yang jauh berbeda. Sagara berprestasi menjadi anak olimpiade, dan Kiana yang tak punya prestasi akademik apa pun. Kiana bertekad untuk menjadi anak olimpiade walau banyak persoalan menghampiri. Sampai satu titik dimana Kiana mendengar peristiwa kecelakaan pesawat Sagara, sahabat masa kecilnya, disambung lagi dengan hubungan persah…
Peristiwa yang menghancurkan seluruh kota dalam waktu singkat. Tujuh raga paling menyedihkan menjadi saksi bagaimana gilanya gelombang pasang malam itu. Malam terakhir penuh bintang, seindah senyuman ibu enam tahun silam. "Apta! Esa! Pegang tangan Mas yang kenceng!" Kalimat itu menjadi kalimat terakhir Khalid sebagai usahanya yang ternyata sia-sia. Semuanya terjadi begitu cepat, air la…