Hidup Ullie berubah sejak magang menjadi asisten Fabian, direktur galak yang suka semena-mena. Kuping Ullie sampai pengang karena cowok itu bolak-balik memanggilnya lewat pelantang. Tak peduli betapa kerasnya Ullie berusaha, hidupnya tetap bagai telur di ujung tanduk. Tapi Ullie bertekad menang melawan penindasan Fabian. Meski harus datang paling awal, pulang paling akhir, mengerjakan tugas …